♥PERANMU, SURGAMU♥
Hari/ tgl : Rabu, 18 Maret 2015
Tema : Peranmu, Surgamu
Narasumber: Ustadzah Poppy Yuditya
Resume by : Annisa Elmiani
♥ Pentingnya URUTAN dlm Al- Qur'an
Perhatikan kedua ayat berikut:
1. QS. Al-Baqarah: 129
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."
2. QS. Al-Jumu'ah: 2
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,"
Apakah perbedaan dari kedua ayat tsb?
● Ayat yang pertama adalah doa Nabi Ibrahim, dan yg kedua adalah jawaban atas doa tersebut disertai dengan penyempurnaan dari Allah swt.
● Penyempurnaan tersebut dapat kita lihat dari perbedaan urutannya. Pada ayat ke dua perintah Allah adalah:
1. Bacakan ayat
2. Sucikan
3. Baru tambah kitab2.
¤ Para sahabat Rasulullah saw tidak menambah hafalan sebelum mengaplikasikan ayat yg telah dihafalnya.
¤ Jangan sampai kita seperti perumpaan keledai yg bodoh, membawa banyak kitab di punggungnya tapi ia tidak memahaminya.
So... APLIKASI!
♥ Selalu berpegang teguh dan merujuk pada Al-Qur'an dan sunnah.
Kalau ilmu itu baik, ikuti. Tapi jika bentrok dengan sunnah Rasul, maka kita harus tahu mana yang prioritas. Sama halnya dengan ilmu parenting. Ironis jika kita hanya mengikuti ilmu parenting populer dari psikologi tanpa tahu sunnahnya dlm pengasuhan.
Orang yg cerdas adalah orang yg pandai mengambil hikmah. Jadi, jgn sampai kita bentrok dgn sunnah. Harus lihat sumber ilmunya, karena hal itu berpengaruh. Kita harus tahu siapa sample yg diambil dlm penelitian. Hasilnya pasti berbeda (blm tentu bisa digeneralisir).
Kita jangan terlalu khawatir, takut anak kita akan hancur lebur. Waspada/ wara' boleh, tapi jgn sampai kita mati gaya sehingga mengikuti ilmu mereka begitu saja.
Contoh yg banyak diikuti namun bentrok dengan sunnah:
- Menurut WHO tidak boleh memberikan apapun ke bayi usia 0-6 bulan padahal dalam islam ada 'tahnik'.
- Memberikan asi melalui botol. Padahal perintahnya dalam Al-Qur'an adalah menyusui. Sayang sekali jika kita tahu bahwa pahala menyusui itu besar dan merupakan ibadah, tapi kita malah memberikan botol isi asi. Padahal beda.
- Menurut WHO menyapih itu tidak harus di usia 2 tahun, boleh diberikan selama anak mau sampai ia melepasnya atas kemauan sendiri. Padahal di Al-Qur'an ada ayat tentang menyapih. Yaitu:
> QS. Al-Baqarah: 233
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
> QS. Al-Ahqaf: 15
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"."
Kegagalan menyapih selambat-lambatnya di usia 2 tahun sudah merupakan indikator bahwa kita gagal mengikuti perintah Allah.
Jadi, UBAH MINDSET!
♥ Pengalaman Ustadzah ketika menyapih anak:
1 pekan sebelum usianya 2 tahun, anak diajak bicara "maaf ya dek, bunda harus sapih kamu 1 pekan lagi karena ini perintah Allah. Bunda sedih, berat, tapi harus"
Menyapih itu berat dan pasti berurai air mata. Tapi lalu teringat kisah ibunda asma, ketika melepas anaknya berangkat perang, dikatakan dengan excited bukannya berurai air mata, sehingga anak semangat. Begitu jg dengan menyapih.
Akhirnya, menjelang menyapih, redaksi diganti
" dedek mulai sekarang ga menyusu lagi ya sama bunda, karena ini perintah Allah, jadi kita harus semangat yaa! Jihad! Allahuakbar!"
Memang anak belum paham benar, tapi ternyata ada pengaruhnya.
Jangan seperti yahudi, apa yang disuka dilakukan, yang tidak suka tidak dilakukan.
♥20 Wanita yang disebut dalam Al-Qur'an♥
Di dalam Al-Qur'an ada 20 perempuan yg disebutkan. Itu pasti karena mereka sangat penting. Semua tidak disebutkan namanya, hanya Maryam yang disebut secara jelas karena merupakan satu-satunya wanita yang bebas aib.
Yang masuk ke dalam Al-Qur'an kemungkinannya ada dua:
1. Zalim luar biasa hingga akhirnya masuk neraka.
2. Mulia sehingga akhirnya masuk surga.
Ini adalah supaya kita bisa mengambil pelajaran, mana yang diteladani dan mana yang harus dihindari untuk tidak kita ikuti.
Peran wanita yg disebutkan di dalam Al-Qur'an, yaitu:
● 19% sebagai pribadi (Maryam, Ratu Balqis, 2 perempuan yang bertemu Musa, saudara perempuan Musa),
● 54% sebagai istri (Hawa, Istri Nuh, Istri Luth, Hajar, Zulaikha, Asiyah, Istri Imran, Istri Zakaria, Hafsah, Aisyah, Zainab, Istri Abu Lahab, Khaulah),
● 27% sebagai ibu (Hawa, Sarah, Hajar, Ibunda Musa, Istri Imran, Istri Zakaria, Maryam).
Surga dan nerakanya seorang istri itu ada pada ridha suami. Jadi berhati-hatilah menjadi istri, banyak peran kita yang jatuh di istri. Bahkan malaikat melaknat istri yang:
● menolak ajakan suami
● membiarkan suami tertidur dalam keadaan marah.
♡》20 wanita yang tersebut dalam Al-Qur'an yang bisa kita ambil pelajarannya:
1| Maryam
Pelajarannya bagi wanita, jika belum menikah:
● Azzamkan diri untuk menjaga kehormatan.
● Perbanyak ilmu dan ibadah.
Maryam menjadi mulia karena banyak berdiam diri di rumah. Kalaupun pergi ia ke majelis ilmu.
2| Perempuan Pemimpin Negeri Saba' (Ratu Balqis)
● Perempuan boleh bekerja, boleh jadi pemimpin jika tidak ada orang lain yang sanggup.
● Mudah menerima kebenaran.
Ketika mendengar nama Allah hatinya tergerak. Ia yang banyak ilmunya, masih mau mendengar orang shalih dan menerima kebenaran tanpa hijab. Karena apa yang diperintahkan Allah swt itu pasti manfaat. Bahkan Ratu Balqis memberikan tahtanya pada Nabi Sulaiman karena ia menerima kebenaran.
Seperti halnya Khadijah yang menerima kebenaran suaminya, Rasulullaah saw.
Maka, carilah suami yang bisa diandalkan. Jika suami belum bisa diandalkan, maka jadilah istri yang mensupport suaminya agar bisa diandalkan.
3| Dua perempuan yang bertemu Nabi Musa (QS. Al-Qhasas: 23-26)
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ
" Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". (Ayat 23)
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
"Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (Ayat 24)
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (Ayat 25)
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (Ayat 26)
Dari kisahnya, kita bisa ambil pelajaran:
■》Syarat perempuan bekerja:
● Belum menikah
● Ayahnya tidak sanggup lagi untuk bekerja
● Tidak ikhtilat (bercampur baur dengan laki-laki)
■》Perempuan sebisa mungkin berjalan di belakang laki-laki supaya tidak menjadi godaan, karena kita tidak tahu bagaimana cara berjalan kita.
■》 Jaga suara, jangan dibuat-buat, tidak mendayu-dayu ketika berbicara.
( Nabi Musa meminta kedua perempuan untuk berjalan di belakangnya ketika akan bersama-sama ke rumah ayah perempuan tersebut. Kemudian memberikan isyarat dengan cara melempar batu ke kanan atau ke kiri ketika akan berbelok).
》 Carilah semua dari Al-Qur'an. Sebelumnya berdoa supaya Allah swt membukakan hati kita untuk melihat ibrahnya. 》Memilah ilmu itu yang benar dulu. Barulah dari yang benar itu kita pilih yang baik.
4| Ibunda Nabi Musa
(QS. Thaha:38)
Seorang ibu yang rela berkorban untuk keselamatan anaknya.
》 Ketika akhirnya harus melepas anak kita, pastikan ada orang yang amanah yang menjaga anak kita.
》 Pastikan usia 0-5 tahun anak selalu bersama ibunya, barulah setelah itu siap untuk bersekolah.
5| Saudara Perempuan Musa (QS. Thaha: 40)
Menjaga Nabi Musa yang dihanyutkan di sungai. Di sini pelajarannya adalah sebagai perempuan harus cerdas, bisa bernegosiasi.
6| Istri Nabi Adam (Hawa)
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Al-A'raf: 19)
● Menurut Ibnu Katsir, asal muasal tipu daya wanita adalah dari Hawa.
● Kata Allah, tipu daya setan itu kecil sedangkan tipu daya wanita itu amat besar. Bahkan Nabi Adam pun terjerumus.
Maka itu, kita melakukan sesuatu harus dengan ilmu, bukan coba-coba.
Jangan sampai istri memasukkan pesan-pesan yang buruk pada suami. Hati-hati memberikan ide pada suami, yakinkan bahwa yang kita usulkan itu adalah sesuatu yang haq.
● Berhati-hati dengan bisikanmu wahai istri! Jangan-jangan kata-kata "asal"mu dilakukan oleh suami.
● Kewajiban kita mengingatkan suami bahwa harta yang didapat berasal dari sesuatu yang halal.
7| Istri Nuh (dibandingkan dengan Istri Ibrahim
Keduanya dapat kita lihat dari anak-anaknya.
● Anak Nuh--> Kan'an, ketika ada musibah dan ingin ditolong oleh Nabi Nuh, dia menolak.
● Anak Siti Hajar--> Isma'il, ketika akan disembelih oleh Ibrahim ia malah rela dan berkata "kalau itu perintah Allah, maka engkau akan mendapatiku sebagai seorang yang sabar".
Keduanya bisa dilihat bagaimana ibunya. Istri Nabi Nuh berkhianat pada suaminya.
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)". (QS. At-Tahrim: 10)
Jadi, meskipun suaminya shalih, jika istrinya tidak shalih maka anaknya akan terpengaruh.
■ Ketika anak berperilaku "negatif" periksa diri kita dulu!
》 sudah benar belum cara mendidiknya,
》 bagaimana perilaku kita pada suami,
》 bagaimana ibadah kita.
Ketidakpercayaan kita pada suami akan membuat anak-anak tidak percaya pada orang tua.
■ Durhaka level pertama: terlontar dari lisan kita ketidakpercayaan pada suami. Contoh: 'abi ngapain sih?, ga ada kerjaan', dsb.
8| Istri Nabi Luth
(QS. Al-Ankabut: 32-33)
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا ۚ قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya di kota itu ada Luth". Para malaikat berkata: "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)".
● Istri Nabi Luth adalah seorang istri yang berkhianat dengan membocorkan rahasia suaminya.
● Hati-hati dengan lisan kita, kadang tidak sadar suka membicarakan apa yang di dalam rumah pada orang lain.
● Ingatlah bahwa istri shalihah itu adalah istri yang:
- Hafidzah lil ghaib; menjaga diri saat suami tidak ada, dan
- Qanitat; taat.
9| Istri Nabi Ibrahim (Sarah)
(QS. Hud: 71-72)
وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ
"Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub."
قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ
Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh".
● Kembali lagi bahwa urutan dalam Al-Qur'an itu berpengaruh. Perhatikan ayat 71, Istri Nabi Ibrahim tersenyum dulu, barulah ada kabar gembira.
Sarah saat hamil usianya 90 tahun, Nabi Ibrahim 100 tahun.
Maka, jika yang belum dikaruniai keturunan, GEMBIRA-lah dulu, bahagiakan hati, jangan pusing. Bahagialah dulu, baru ada kabar gembira. Jagalah kebahagiaan itu.
● Ingat bahwa subur atau tidak subur adalah kehendak Allah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
● Berita gembira kelahiran Ishaq diberikan ketika kelahiran Ismail (Kisah Para Nabi, Pustaka As-Sunnah). Ismail lahir saat Nabi Ibrahim 86 tahun, Ishaq lahir saat Ibrahim 100 tahun. Jadi, dari berita kelahiran sampai waktu Ishaq benar-benar dilahirkan adalah 14 tahun.
Selama itu, Sarah menjaga kebahagiaannya karena yakin akan janji Allah.
Artinya, jagalah kegembiraan, kebahagiaanmu...
10| Istri Nabi Ibrahim (Hajar)
(QS. Ibrahim: 37)
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
● Saat Nabi Ibrahim mengajak istrinya pergi ke suatu tempat, ia sedang menyusui bayinya. Ketika ditanya, Nabi Ibrahim tidak menjawab.
Pelajarannya:
》 Ketika suami tidak menjawab pertanyaan kita, barangkali ia tidak tahu. Maka hargailah!
》 Ketika bertanya pun kita harus siap dengan jawabannya, bahkan ketika jawabannya diam.
》 Kita harus sadar dan berkaca sebagai istri, jangan-jangan suami pusing dengan pertanyaan-pertanyaan kita.
● Contohlah Khadijah ketika mendapati suaminya pulang dalam keadaan menggigil. Ia tidak banyak bertanya, tapi menenangkan suami. Ia peluk Rasulullaah dan ia selimuti. Ketika Rasul mulai bercerita, jawab Khadijah "maka besok kita temui pamanku yang hanif" (solutif).
》Maka, berpikirlah seperti para shahabiyah. Ikuti pola berpikirnya, InsyaAllah surga!
》Ingat fungsi seorang istri yaitu "Litaskunu ilaiha" ; menenangkan suami, membantu memberikan solusi.
》 Berkacalah! Apakah kita sudah memberikan ketenangan? Memberikan solusi?
● Hajar diajak ke gurun, Ibrahim menginap semalam lalu pergi dengan meninggalkan satu kantung kurma dan sebotol air. Apa yang membuatnya kuat untuk survive??
Adalah keyakinannya kepada Allah yang akan menjaganya dan Ismail, karena Nabi Ibrahim melakukannya adalah atas perintah Allah swt.
》Jadi, jika suami kita ada di jalan Allah, TIDAK USAH TAKUT!
》Jangan takut pada sesuatu yang belum terjadi. Misalnya, takut suami meninggal duluan, tidak ada rezeqi karena kita tidak bekerja. Sementara kita sibuk berandai-andai, anak tumbuh besar tanpa kawalan.
Ingat, kita punya Allah yang menjaga kita, bahkan modal kita jauh lebih banyak. Tidak seperti Hajar untuk memperoleh air pun harus berlari Safa-Marwah.
● Kenapa Hajar hanya berlari bolak balik Safa-Marwah?
》Ia berlari kecil karena posisinya di lembah dan supaya ia bisa tetap mengawasi anaknya. Jadi, dimanapun kita berada, anak harus selalu dalam pengawasan.
● Hajar telah berlari bolak balik, ternyata airnya ada di kaki Ismail. Apakah usahanya sia-sia?
Tidak, karena Allah swt telah melihat usahanya.
》Jadi ketika kita berusaha, jangan lihat keuntungannya karena ketika kita berusaha Allah melihatnya dan akan membuka pintu rezeqi.
11| Istri Al Azis (Zulaikha)
(QS. Yusuf: 23)
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung."
● Pelajarannya:
》 Hati-hati karena wanita juga bisa tergoda pada pria lain.
12| Istri Fir'aun (Asiyah)
● Istri yang baik, mempengaruhi Fir'aun sehingga mau memelihara Musa.
● (QS. At-Tahrim: 11)
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim."
Ia beriman kepada Allah swt sementara suaminya zalim.
13| Istri Imran
● Doanya luar biasa. Dapat kita lihat di QS. Ali Imran: 35
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
● Berdoalah setinggi-tingginya kepada Allah untuk anak dan suami kita. Allah Maha Mendengar doa-doa kita. Namun kita pun harus siap ketika Allah mengabulkannya. Jangan sampai kita yang sering mendoakan agar anak kita menjadi mujahid, namun ketika ia akan turut berperang kita malah menahannya.
14| Istri Zakaria
● Seorang istri yang mandul. Namuns Allah menghendakinya untuk hamil, jika Allah berkehendak apapun bisa terjadi. QS. Maryam: 8-9.
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua".
قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا
Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".
15| Istri Rasulullah (Hafsah binti Umar)
● Teguran untuk Rasulullah agar tidak mengharamkan apa yang dihalalkan Allah karena ingin menyenangkan istri-istrinya (Hafsah dan Aisyah).
● Perintah untuk bertobat dari menyusahkan nabi.
● QS. At-Tahrim: 3-4
وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula."
16| Istri Rasulullah (Aisyah)
● Istri yang menahan diri dari fitnah.
(QS. An-Nur: 11-16)
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar."
لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ
"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ
"Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta."
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu."
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."
وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
"Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar".
17| Istri Rasulullah (Zainab)
● Wanita yang diperintahkan langsung oleh Allah untuk dinikahi Rasulullah. Ia adalah mantan istri anak angkat Rasul.
(QS. Al-Ahzab: 37-38)
》Perceraian bukanlah aib, dan bisa menjadi solusi untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik atau menjadi pribadi yang lebih baik.
18| Istri Abu Lahab
(QS. Al-Lahab: 4)
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
"Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar."
● Istri yang memanasi suaminya dalam kekafiran dan permusuhan terhadap Rasulullah.
》 Sebagai istri kita jangan jadi "kompor" yang suka panasi suami.
19| Perempuan yang mengajukan gugatan kepada Rasulullah tentang suaminya (Khaulah binti Tsa'labah)
● QS. Al- Mujadilah: 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
● Contohlah Fatimah dan Asma.
● Asma Binti Abu Bakar, istri Zubair bin Awwam berkata:
"Aku berkhidmat kepada Zubair dengan pengkhidmatan total. Aku mengurus kudanya, memberi makan, mencari rumput, menimba air, dan memanggul biji-biji kurma di atas kepalaku dari satu tempat ke tempat lain di tanahnya yang seluas 2/3 farsakh".
● Saya ingin tangan saya di akhirat nanti bersaksi, bahwa baju yang dipakai suami saya adalah hasil menyetrika saya, makanan yang saya masak membawa anak-anak tumbuh besar jadi anak yang shalih dan mengantarkan suami mencari nafkah yang halal untuk keluarga.
● Jadi, STOP MENGELUH & MENUNTUT!
● LAKUKAN YANG TERBAIK!
Allah menjanjikan kemuliaan dari ke"IKHLAS"an kita. Tidak ada yang sia-sia.
● Jika kita yakin, maka semua pekerjaan akan jadi ringan.
● Wanita penanggung jawab rumah suaminya, lalu bagaimana dengan yang masih tinggal di rumah orang tua?
》 Sesuai dengan kondisi, harta suami tetap harus dijaga. Dimana suami menempatkan kita, di situlah rumah kita.
● Kita memang harus banyak di rumah, tapi tetap berdakwah ke luar, selama urusan rumah tangga beres dan suami mengizinkan.
Coba buat grafik selama seminggu/ sebulan/ setahun. Lihat lebih banyak di mana kita, di rumah atau di luar. Biasanya jika anak sudah besar, semakin mungkin untuk di luar.
● Cobalah shalat di awal waktu, komunikasikan pada anak. Ajak anak shalat bersama, kalau nangis bisa sambil digendong.
● Mengajarkan anak puasa:
1. Tidak boleh bohong. Sarapan ya sarapan, jangan disebut sahur.
2. Mulai dengan mengajak sahur dan buka bersama.
Jadi, meski masih bayi, saat sahur tetap diajak dan merasakan kegembiraan dan keberkahan saat sahur dan berbuka.
3. Ceritakan kisah para sahabat nabi.
● Bagaimana menghadapi pandangan orang tua jika kita hanya di rumah saja nanti ga punya apa-apa?
》 butuh waktu, tapi nanti orang tua akan melihat bahwa anak kita berbeda karena benar-benar dididik oleh ibunya. Jadi, banyak berdoa dan buktikan.
● Ceritakan kisah-kisah heroik pada anak karena akan berpengaruh besar.
Contoh:
saat anak jatuh dan bersiap untuk menangis, sebagai orang tua jangan panik.
"Subhanallah, adek jatuh ya, jangan-jangan Rasul waktu perang uhud seperti adek ya, bibirnya bengkak, giginya patah"
Anak teralihkan perhatiannya lalu mengingat kisah tersebut. Ia tidak jadi menangis karena ingin seperti Rasul yang kuat dan pemberani.
====================================
Semoga Allah selalu memberikan hidayahNya agar kita dpt mendidik anak2 yang telah diamanahkan kpd kita dgn sebaik2nya, aamiin..
Jazaakumullahu for sharing bun Annisa Elmiani & bun Chuznul Dwi Tyasari :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar